(e-RH) Mei 12 -- MENCINTAI PROSES
e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++ ++
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
++++++++++++++++++++++++++++++ ++++++++++++++++++++++++++++++ +++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 12 Mei 2015
Bacaan : Ayub 10:1-22
Setahun: 1 Tawarikh 3-5
Nats: Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian
Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? (Ayub 10:8)
Judul:
MENCINTAI PROSES
Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu tidak terlepas dari proses.
Barang yang awalnya murah atau tidak bernilai dapat menjadi berharga
dan bernilai setelah melewati proses pengerjaan yang panjang. Proses
ini tentu membutuhkan waktu dan beberapa tahap tertentu sampai suatu
benda menjadi sempurna.
Kesempurnaan hidup juga tidak terjadi secara instan, tetapi melalui
tahap-tahap proses. Untuk menghasilkan kehidupan yang sempurna,
Tuhan kerap memakai ujian hidup sebagai cara untuk membentuk hidup
kita. Penghiburan bagi kita adalah bahwa pencobaan yang kita alami
itu ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita. Allah
itu setia, Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan
kita. Dia akan memberikan jalan ke luar sehingga kita dapat
menanggungnya (1 Korintus 10:13).
Sikap kita saat mengalami proses sering seperti pengalaman Ayub.
Dalam titik tertentu, Ayub mulai mengeluh tentang penderitaan yang
menimpanya. Ia mempertanyakan kebijakan Tuhan atas semua kemalangan
yang ditanggungnya itu. Bukankah sikap seperti ini juga terjadi
dalam hidup kita? Rentetan penderitaan membuat kita mempertanyakan
kebijakan-Nya. Namun, Tuhan sangat mengerti penderitaan yang kita
alami dan Dia pun memberi kita kekuatan untuk menangggungnya. Tuhan
ingin kita memahami bahwa setiap proses diizinkanNya untuk
menjadikan kita semakin indah di mata-Nya. Sebab itu, marilah kita
mencintai proses pembentukan-Nya. --Samuel Yudi S /Renungan Harian
PROSES KEHIDUPAN AKAN BERJALAN DENGAN BAIK APABILA KITA MAU
MENERIMA, MENJALANI, DAN MENCINTAI SETIAP UJIAN YANG DIIZINKAN TUHAN.
Sumber : Yayasan Gloria
e-Renungan Harian
Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
++++++++++++++++++++++++++++++
Tanggal: Selasa, 12 Mei 2015
Bacaan : Ayub 10:1-22
Setahun: 1 Tawarikh 3-5
Nats: Tangan-Mulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian
Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? (Ayub 10:8)
Judul:
MENCINTAI PROSES
Untuk mendapatkan hasil terbaik tentu tidak terlepas dari proses.
Barang yang awalnya murah atau tidak bernilai dapat menjadi berharga
dan bernilai setelah melewati proses pengerjaan yang panjang. Proses
ini tentu membutuhkan waktu dan beberapa tahap tertentu sampai suatu
benda menjadi sempurna.
Kesempurnaan hidup juga tidak terjadi secara instan, tetapi melalui
tahap-tahap proses. Untuk menghasilkan kehidupan yang sempurna,
Tuhan kerap memakai ujian hidup sebagai cara untuk membentuk hidup
kita. Penghiburan bagi kita adalah bahwa pencobaan yang kita alami
itu ialah pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan kita. Allah
itu setia, Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan
kita. Dia akan memberikan jalan ke luar sehingga kita dapat
menanggungnya (1 Korintus 10:13).
Sikap kita saat mengalami proses sering seperti pengalaman Ayub.
Dalam titik tertentu, Ayub mulai mengeluh tentang penderitaan yang
menimpanya. Ia mempertanyakan kebijakan Tuhan atas semua kemalangan
yang ditanggungnya itu. Bukankah sikap seperti ini juga terjadi
dalam hidup kita? Rentetan penderitaan membuat kita mempertanyakan
kebijakan-Nya. Namun, Tuhan sangat mengerti penderitaan yang kita
alami dan Dia pun memberi kita kekuatan untuk menangggungnya. Tuhan
ingin kita memahami bahwa setiap proses diizinkanNya untuk
menjadikan kita semakin indah di mata-Nya. Sebab itu, marilah kita
mencintai proses pembentukan-Nya. --Samuel Yudi S /Renungan Harian
PROSES KEHIDUPAN AKAN BERJALAN DENGAN BAIK APABILA KITA MAU
MENERIMA, MENJALANI, DAN MENCINTAI SETIAP UJIAN YANG DIIZINKAN TUHAN.
Sumber : Yayasan Gloria