(e-RH) Mei 05 -- MENEGUR DALAM KASIH

e-RH(c) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
                          e-Renungan Harian
     Sarana untuk bertumbuh dalam iman & menjadi saksi Kristus
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ YLSA
Tanggal: Selasa, 5 Mei 2015
Bacaan : Efesus 4:1-16
Setahun: 2 Raja-Raja 11-13
Nats: Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam
      kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus,
      yang adalah Kepala. (Efesus 4:15)

Judul:

                         MENEGUR DALAM KASIH

  Alice Walker, dalam buku Sent by Earth, menuturkan suatu tradisi
  unik suku Babemba di Afrika Selatan. Ketika seorang warga melakukan
  pelanggaran, mereka membawanya ke tengah kampung. Seluruh penduduk
  kampung mengelilinginya dan menceritakan berbagai kebaikan yang
  pernah ia lakukan sepanjang hidupnya. Mereka percaya setiap orang
  itu baik, namun kadang-kadang berbuat salah, yang sebenarnya
  merupakan suatu seruan minta tolong. Mereka bersatu untuk
  menghubungkan kembali orang itu dengan tabiat baiknya. Upacara itu
  dapat berlangsung berhari-hari, dan diakhiri dengan pesta untuk
  menyambutnya kembali sebagai anggota suku.


  Paulus menyatakan bahwa suatu kunci pertumbuhan jemaat adalah, dalam
  versi BIS, "menyatakan hal-hal yang benar dengan hati penuh kasih"
  (ay. 15). Menurut konteksnya, Paulus menasihati umat Allah untuk
  senantiasa mengingatkan satu sama lain akan siapa diri mereka di
  dalam Kristus: realitas bahwa kita telah menjadi ciptaan baru, umat
  yang ditebus, dipilih, dan dijadikan anak Allah.


  Tradisi suku Babemba tadi mirip dengan pendekatan Paulus. Bedanya,
  mereka menganggap kebaikan seseorang melekat pada dirinya sendiri.
  Sebaliknya, Paulus menunjukkan, kebaikan kita bersumber pada
  anugerah Allah semata. Maka, ketika seorang saudara seiman melakukan
  pelanggaran, kita perlu mengingatkannya akan anugerah Allah yang
  memberinya identitas baru di dalam Kristus. Dengan itu, kiranya ia
  termotivasi untuk bertobat dan menyelaraskan hidup menurut identitas
  tersebut. --Arie Saptaji /Renungan Harian

         SAYA YAKIN, SATU-SATUNYA PENGHUKUMAN YANG MANJUR ITU
         TIDAK LAIN TIDAK BUKAN ADALAH KASIH. (ALICE WALKER)


Sumber : Yayasan Gloria

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel